TEPUNG IKAN
POTENSI BAHAN BAKU
Berbagai usaha perikanan di Sulawesi Tengah sebagian besar masih diusahakan
secara tradisional, oleh karena faktor alam sangat menentukan pengembangan usahanya.
Meskipun terdapat potensi yang cukup mendukung yaitu :
Potensi Perikanan Laut
Potensi perikanan laut di Sulawesi Tengah meliputi wilayah perairan, Selat Makassar,
Teluk Tomini, dan Teluk Tolo yang masing-masing mempunyai Luas, sebagai berikut:
Teluk Tomini sebesar 77.652 ton, Teluk Tolo sebesar 68.456 ton, Selat Makassar/Laut
Sulawesi sebesar 67.666 ton (Sumber Hasil Penelitian LPPL Tahun 1992)
Daerah penyebaran potensi ikan di perairan Sulawesi Tengah
dapat dibagi menjadi :
Teluk Tolo
Merupakan fishing ground dan daerah penyebaran untuk jenis ikan tuna, cakalang,
tongkol, udang laut dan daerah penyebaran rumput laut, teripang dan kerang mutiara.
Teluk Tomini
Merupakan daerah penyebaran bagi jenis-jenis ikan tuna, cakalang, udang, teripang,
tongkol, rumput laut, teripang dan cumi-cumi.
Selat Makassar
Merupakan daerah penyebaran dan fishing grond dari ikan tuna, cakalang, trace
fish serta daerah pengembangan rumput laut.
Perkiraan potensi lestari: Ikan pelagis kecil = 127.000 ton/tahun, Ikan pelagis
besar = 57.172 ton/tahun, Ikan demersal = 26.400 ton/tahun, Ikan lain termasuk
crustacea = 6.708 ton/tahun. (Sumber Hasil Penelitian LPPL Tahun 1992)
Potensi Perikanan Darat
Untuk pengembangan perikanan darat propinsi Sulawesi Tengah memiliki potensi
sumberdaya perikanan air tawar maupun air payau yang cukup besar, yang bila
dikelola secara optimal mampu memberikan kontribusi cukup besar kepada daerah.
Luas rawa dan sungai di Sulawesi Tengah adalah 1.639.605 Ha yang tersebar di
4 Kabupaten, sedangkan luas danau secara keseluruhan sebesar 37.028 Ha yang
sangat potensial untuk dikembangkan budidaya jaring apung. Potensi pertambakan
seluas 42.095,20 Ha dengan tingkat pemanfaatan sampai dengan tahun 2003 baru
mencapai 20,48% (luas tambak yang terolah sebesar 8.619,70 Ha).
LOKASI
Sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing daerah kabupaten yang ada
di Propinsi Sulawesi Tengah, mempunyai peluang yang cukp besar untuk dikembangkan
sebagai industri pengolahan tepung ikan namun dalam penyusunan fisibility study
ini yang dipilih adalah kabupaten Parigi Moutong, tepatnya di Desa Paranggi
Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. Lokasi ini terpilih karena melihat
produksi ikan setiap harinya mencapai 30 ton perhari, dan salah satu ikan yang
potensi untuk diolah adalah ikan ternak yang setiap harinya mencapai 5 ton,
disamping sisa ikan hasil olahan yang dilakukan oleh PT. Caning Jaya yang memproduksi
ikan papan rata-rata 2 ton perhari, dimana bahan bakunya adalah ikan tuna dan
cakalang dengan bobot 1 Kg ke atas.
SARANA DAN PRASARANA
- Kabupaten Parigi Moutong memiliki 2 pelabuhan barang yaitu
di Kota Parigi dan Kota Moutong dan 3 pelabuhan pendaratan ikan yang menyebar
di kota Ampibabo, Bayantongo dan Moutong.
- Air port hanya ada di Kota Palu dengan jarak 95 Km dari lokasi industri
tepung ikan.
- Telepon, Listrik dan air bersih pada umumnya sudah tersedia dilokasi
industri, namun air bersih hanya mengandalkan air permukaan.
- Transportasi darat sangat lancar karena lokasinya terletak pada jalan
trans sulawesi bagian timur yang menghubungkan Propinsi Sulawesi Tengah
dan Propinsi Gorontalo.
Untuk Studi Kelayakan Selengkapnya Silahkan Download |